Keindahan Yang Tersembunyi Dibalik Kupang
Siapa
yang tidak tergoda dengan pantai dengan suasana yang damai nan tenang,
berpasir halus dan putih, ombak bergulung-gulung dengan airnya yang
jernih? Ya.. itulah panorama Pantai Lasiana. Sebuah pantai yang
terletak di Kecamatan Kupang Tengah, Kupang, NTT. Berjarak 12 Km dari pusat Kota Kupang, Pantai Lasiana menyerupai sebuah teluk yang merupakan perpaduan antara perbukitan dan pantai.
Keindahan
wisata alam lainnya dapat disaksikan di Hutan Wisata Camplong. Hutan
yang terletak di kaki gunung Fatuleu ini ialah hutan wisata dengan
tempat pemandian alam yang sejuk. Selain ada sumber mata air terdapat
juga kolam renang alami yang bias dinikmati para wisatawan. Sebagai
hutan wisata, Hutan Wisata
Camplong tentunya tidak meninggalkan fungsinya untuk melindungi flora dan fauna. Berbagai satwa yang dilindungi yaitu kera, ayam hutan, tupai, kuskus, aneka burung, dan ada juga tempat penangkaran buaya , rusa timur, dan ular sanca. Beberapa jenis flora yang dilindungi disini yaitu kayu merah, pinus, lontar, kayu cendana, dan lain sebagainya.
Camplong tentunya tidak meninggalkan fungsinya untuk melindungi flora dan fauna. Berbagai satwa yang dilindungi yaitu kera, ayam hutan, tupai, kuskus, aneka burung, dan ada juga tempat penangkaran buaya , rusa timur, dan ular sanca. Beberapa jenis flora yang dilindungi disini yaitu kayu merah, pinus, lontar, kayu cendana, dan lain sebagainya.
Kupang sendiri ada sebuah desa bernama Desa
Baun. Disini terdapat peninggalan kerajaan kecil bernama Amarasi yang
dahulu merupakan kerajaan kecil pribumi di Pulau Timor. Disana juga
masih ada kerajaan lainnya seperti Rote, SoE, Belu, Amanuban, Bonoboro,
dan Kerajaan Lautem yang pernah tergabung dalam Kerajaan Wehali. Desa
Baun ini dikenal sebagai sentra kerajinan tenun ikat tradisional.
Penduduk desanya masih mempertahankan pembuatan tenun ikat secara
tradisional, mulai dari pembuatan benang berbahan dasar kapas hingga
pewarnanya yang masih alami, yaitu dengan menggunakan buah Mengkudu,
Kemiri, dan lain sebagainya. Namun ada beberapa juga yang menggunakan
teknik pewarnaan secara modern. Di Kota Kupang sendiri terdapat 200
sentra tenun ikat.